Sebelum Menggunakannya, Ini Dia 4 Jenis Waterproofing Beserta Fungsinya Yang Patut Anda Tahu!

Bagi anda yang sudah terbiasa dengan dunia konstruksi, anda pasti sudah mengenal dengan apa yang dinamakan dengan waterproofing. Menurut pengertiannya, waterproofing adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan membuat sebuah objek bangunan menjadi lebih tahan atau kedap terhadap air. Pada konstruksi bangunan, biasanya penggunaan lapisan waterproof agar melindungi serta menjaga ketahanan struktur bangunan tersebut sehingga tahan lebih lama.

Biasanya, ruangan yang diberi lapisan waterproof adalah ruangan bawah tanah alias basement, atap dan juga area yang rentan terkena basah. Rembesan dari air dapat masuk ke dalam ruangan bawah tanah atau melalui engsel, dinding ataupun juga lantai. Oleh karena itu, jika bangunan anda tidak dilindungi dengan sempurna oleh waterproof ini, bangunan Anda akan dengan cepat mengalami kerusakan karena terkena air.

Untuk itu, sebelum menggunakannya, anda harus mengenal beberapa jenis waterproofing. Berikut ini akan kami sajikan jenis-jenis waterproofing beserta kelebihan dan kelemahannya khusus untuk Anda!

Jenis dan Fungsi Waterproofing

1. Waterproofing Membrane

Waterproofing Membrane merupakan salah satu jenis Waterproofing yang pertama kali dikembangkan di dunia. Waterproofing membran ini memiliki fungsi Waterproof jika pada pengaplikasiannya tidak terdapat kelalaian atau kesalahan dalam pemasangannya. Bentuk perlindungan waterproofing ini menggunakan membran atau suatu lembaran yang terbuat dari karet kepada permukaan struktur yang akan dilapisi.

Pada konstruksi, biasanya waterproofing membrane ini dipergunakan untuk struktur dak atau atap yang terbuat dari beton. Membran yang berlembar ini pada pengaplikasiannya disusun sesuai dengan keperluan dari seluruh permukaan struktur yang akan dilindungi. Bahan dari waterprooing membrane ini terbuat dari beberapa hal seperti monomer kimia, etilena, dan juga propilena yang dicampur dengan bahan karet.

Ketika anda memilih Waterproofing Membrane, anda harus lebih sering melakukan perawatan dan juga lebih rumit. Hal ini diakibatkan karena waterproofing ini rentan terhadap kerusakan sewaktu pemasangan ataupun setelah terpasang. Selain itu, pemasangan waterproofing ini juga memakan waktu yang cukup lama. Ditambah lagi, umur membrane hanya berkisar antara 10-15 tahun dan setelah itu harus dilakukan penggantian secara berkala.

2. Waterproofing Coating

Yang dimaksud dengan waterproofing coating adalah perlindungan terhadap rembesan dengan menggunakan waterproof berbahan polimer dan berbentuk seperti bahan cat demi menutupi seluruh permukaan struktur yang akan dilindungi dari rembesan air. Maka dari itu, jenis waterproofing yang satu ini sangat sering digunakan untuk perabotan rumah atau juga di tempat-tempat yang sering terdapat air namun tetap terjaga keindahannya.

Baca juga: Manfaat Rockwool sebagai Media Tanam Hidroponik

Pada umumnya, waterproofing coating ini digunakan untuk melindungi bidang yang mudah ditembus oleh air atau cairan lain seperti dinding, bak, tanki dan juga biasanya dipergunakan untuk melindungi permukaan kayu. Biasanya, agar permukaan luas dan perlindungan menjadi lebih kuat, anda dapat menggabungkannya dengan bahan polyster.

3. Waterproofing Flashband Self Adhesive

Waterproofing Flashband Self Adhesive adalah suatu perlindungan rembesan menggunakan lembaran flashband yang berbentuk lembaran. Lembaran-lembaran ini direkatkan pada bagian permukaan struktur yang akan dilindungi oleh waterproofing ini. Bentuk dari lembaran ini terdiri atas beberapa lapisan. Seperti lapisan lembaran karet, membran polyester dan juga aluminium foil serta lapisan cat penutup. Waterproofing Flashband Self Adhesive sendiri iasanya digunakan untuk melindungi permukaan atap, beton, serta lantai.

4. Cementitious Waterproofing

Cementitious Waterproofing atau yang biasa disebut dengan Cembrasproof merupakan bahan khusus yang telah diformulasikan secara baku serta terdiri dari beberapa campuran semen spesial dan larutan tahan air khusus. Cementitious Waterproofing bahkan mampu melindungi suatu bidang dari rembesan air, uap air sertatekanan air yang terjadi. Bukan hanya itu, cembrasproof juga rupanya mampu memperbaiki dinding dari rembesan air akibat hujan.