Inilah Tahap Persiapan Pembetonan Jalan yang Wajib Diketahui

Jalan merupakan sarana untuk transportasi darat yang dibangun di atas permukaan tanah atau air dan berfungsi sebagai penghubung dari satu tempat ke tempat yang lain. Dahulu jalan hanya terbuat dari tanah dan batu saja, namun dengan semakin majunya zaman maka jalan saat ini bisa terbuat dari aspal bahkan beton yang menggunakan lapisan waterproofing sika. Banyak orang pasti sudah sering melihat tentang pengerjaan dalam pembuatan jalan aspal maupun beton. Akan tetapi, apakah Anda tahu dengan prosesnya? Dibawah ini akan dijelaskan tahap pembetonan jalan yang benar.

Tahap Persiapan Pembetonan Jalan

Tahap Pembersihan

Jalan yang akan dilakukan pembetonan harus dibersihkan dahulu dari kotoran seperti batu, kerikil, semak belukar  rumput dan juga pohon. Segala hal yang dapat mengganggu kekuatan konstruksi ketika pembetonan wajib dibersihkan. Apabila ada permukaan tanah yang kurang rata, bisa meratakannya dahulu supaya pada saat dilakukan pengecoran tidak terjadi retak.

Tahap Pengurugan Tanah

Apabila tahap pembersihan jalan sudah selesai dikerjakan, maka tahap selanjutnya adalah tahap pengurugan tanah. Tahap ini dilakukan untuk membentuk jalan sebelum dilakukan pengecoran dan dibentuk sesuai dengan jalur yang sudah ditentukan. Biasanya urugan ini memiliki tinggi kurang lebih 15 – 20 cm dari atas permukaan tanah. Jangan lupa untuk memastikan tingkat kepadatan pada urugan tanah ini, karena akan berpengaruh terhadap kualitas jalan beton nanti.

Tahap Pembuatan Drainase

Drainase menjadi hal yang penting ketika membangun sebuah jalan. Apabila drainase tidak terancang dengan baik, maka akan membuat badan jalan menjadi  lebih mudah terkikis gara – gara genangan air yang tidak bisa mengalir. Drainase dirancang supaya bisa menampung dan mengalirkan air dengan baik, terutama ketika hujan tiba supaya lumpur tidak mengendap di jalan dan mengganggu penggunanya.

Tahap Pondasi

Setelah pengurugan tanah dirasa sudah cukup padat, tahap selanjutnya adalah meletakkan pondasi berupa batu kali. Pada tahap ini pastikan jalan tertutup batu dengan rata mencapai ketinggian sekitar 15 cm dan pastikan bahwa lapisan pondasi ini cukup padat, supaya tidak terjadi pergeseran atau penurunan konstruksi ketika pengecoran dimulai.

Baca juga: Restoranmu Akan Ramai Jika Menggunakan Desain Interior Seperti Ini!

Tahap Pengecoran Beton

Sebelum melakukan pengecoran beton, terlebih dahulu buatlah tulangan dari besi dan letakkan di atas pondasi yang sudah padat tadi. Jangan lupa membuat bekisting untuk ditaruh di sisi jalan, supaya ketika pengecoran tidak meluber kesamping. Setelah bekisting dan besi terpasang dengan kuat, bisa melanjutkan tahap pengecoran beton. Ratakan hasil cor ketika adonan hampir mengering dan lapisi permukaan memakai waterproofing membrane, kemudian tutup dengan menggunakan kain basah selama kurang lebih 28 hari dan jalan beton siap digunakan.

Ternyata pembuatan jalan beton memerlukan tahap yang sangat panjang. Selama ini masyarakat hanya tahu dengan pemakaian saja tanpa mengenal prosesnya. Beton yang baik dan berkualitas harus tahan terhadap air, supaya tidak mudah mengalami erosi dan mengakibatkan keretakan pada jalan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelapisan menggunakan waterproofing membrane untuk lebih memperkuat jalan beton tersebut.

Dengan banyaknya pembuatan jalan betom, diharapkan aktivitas masyarakat semakin terbantu. Apalagi jika pembangunan ini dilakukan diwilayah pedesaan atau pedalaman, pasti menjadi lebih bermanfaat. Jalan yang terbuat dari beton memiliki kualitas lebih kuat dibandingkan dengan jalan yang terbuat dari aspal. Hal ini membuat berbagai fasilitas jalan seperti jalan tol juga menggunakan konstruksi beton.